Kamis, 05 Juli 2012

Dunia bukan hanya untuk orang yang rapih

 Sekali waktu terjadi perdebatan sengit antara saya dan salah seorang teman saya yang notabene sudah lama banget kenal dengan saya, dan perdebatan itu tidak lain dan tidak bukan adalah membahas tentang penampilan, khususnya pemilihan pakaian. Kebetulan teman saya itu termasuk orang yang saya sebut sebagai masyarakat umum, orang awam dan sebagainya.
  Sore itu beliau sedikit mengkritik gaya berpakaian saya yang dia nilai kurang sopan, saya termasuk orang yang senang memakai celana pendek dan kaos oblong, dan saya merasa nyaman dengan penampilan saya itu yang tentunya didasari alasan khusus saya sendiri.
  Saya menganggap sore itu teman saya itu berbicara mewakili masyarakat pada umumnya dan saya mewakili masyarakat minoritas yang berideologi "penampilan bukan yang utama". Dari arah pembicaraannya saya bisa menangkap kalau orang tidak semestinya berpakaian seprti saya, tentu saja saya menyanggah pendapat teman saya itu, dengan alasan yang mungkin agak klise, bahwa manusia diciptakan berbeda beda, yang kau rasa cocok untukmu belum tentu cocok untukku, tapi namanya juga manusia apalagi anak muda teman saya tersebut tidak bia menerima alasan saya itu begitu saja, dan terus mempertahankan pendapatnya bahwa yang berpenampilan yang rapih itulah yang baik.


   Seketika saya berpikir dalam hati haruskah kita berpenampilan rapih untuk berbuat baik, apakah yang berpenampilan cuek itu sudah pasti orang jahat, tapi justru karena perdebatan itulah pendirian saya semakin teguh. saya berfikir dalam hati, harus ada yang membuktikan kalau penampilan bukan segalanya, kita tidak perlu memakai celana panjang, kemeja ataw ditambah dasi untuk jadi orang baik, kebaikan, kcerdasan, kehebatan bahkan kekayaan orang tidak bisa diukur lewat penampilan.
   Apa gunanya berpakaian rapih kalau kerjanya nyusahin orang lain, apa lagi nyusahin rakyat "Don't look the book by it's cover" jhon. Intinya bagaimanapun penampilan kita berbuatlah yang terbaik buat semuanya, dan tolong diingat dunia bukan hanya untuk orang yang Rapih.


special thanx for my friend who inspiring me to write this story, but i don't have to mention your name bro...

1 komentar:

  1. orng bebas berpenampilan apa sja,, tp mesti d kondisikan dengan lingkunganx jg toh,,,

    BalasHapus